Pada hari yang dingin kala itu, kau menggenggam erat jemariku dan memakaikan aku jaket yang engkau pakai. Hangat meresap sampai ke dalam hatiku. mengingatkanku pada satu masa bahagia yang pernah kurasa dulu, dan aku pun jatuh cinta. Tapi, aku tahu, cerita kita hanyalah kisah abu-abu,yang tak akan pernah bewujud nyata. Dalam hal ini memang aku yang bersalah membiarkan diriku tenggelam begitu mudah, dalam pesonamu.
Kukubur rindu dan harap ini. Karena aku sadar tak ada tempat untukku dalam kisah bahagiamu.Kau dan dia, telah lama saling berbagi cinta, kasih , kebahagiaan sepanjang hari bersama. Cinta, kasih dan sayangmu hanyalah untuknya. Yap dirimu memang hanya tercipta untuknya, bukanlah untukku.
Aku hanyalah sebuah jeda dalam nafasmu, sementara dia adalah udara yang kau hirup dalam setiap hela nafasmu. Dan aku putuskan untuk mencoba berhenti berharap, dan aku akan belajar bahwa luka akan mendewasakanku.
Namun, terkadang malam membuatku meragu dan kembali bertanya, benarkah dirimulah cinta yang selama ini kucari sepanjang waktu? Berkah dirimulah cinta yang selama ini yang aku tunggu? Benarkah dirimulah yang akan temani sisa-sisa hidupku nantinya? Benahkah dirimulah calon pendampingku? Benarkah dirimulah lelaki yang diciptakan tuhan untukku? Benarkah dirimulah yang akan menjadi jodohku? Apakah benar semua itu? Jika iya, mengapa sampai saat ini engkau masih mempertahankan hubunganmu dengannya? Dan mengapa engkau tak pernah memberi kejelasan atas hubungan yang terjadi diantara aku dan engkau? Teruntuk dirimu, tolong berilah aku sedikit isyarat agar aku dapat mengerti semua ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar